#SaveOrangutan by Omnduut

Dari kecil impian gue yaitu ingin menjadi seorang volunteer lingkungan, semacam animal or environment rescue gitu. Masuk ke pedalaman kalimantan dan pedalaman-pedalaman Indonesia lainnya dengan tujuan melindungi dan menyelamatkan alam dan binatang yang kita punya dari tangan-tangan jahat. Well, mungkin belum saatnya gue untuk bergabung bersama mereka di pedalaman sana. Tapi mungkin ini yang bisa gue lakuin. Setidaknya bisa berbagi informasi mengenai kondisi mereka sebagai sesama makhluk Tuhan.

Artikel ini gue repost dari salah satu account wordpress namanya omnduut. Silakan dibaca, semoga bermanfaat.

https://wordpress.com/read/blogs/39698820/posts/7000

“Abang udah gak sayang, ya?” “Maksud eneng?” “Itu bilang cinta ke Anggi segala,” ujar eneng dengan suara bergetar. “Trus, siapa pula itu Busro dan Kumba, bang? Apa maksudnya? Sedih eneng abang buat. Perih hati eneng, bang!” isak eneng sambil berlari menghindar. “Neng….” CUT! Eh? Sumpah ini sutradaranya nggak asyik, lagi seru kok di cut aja. Hehe, […]

melalui #SaveOrangutan : Demi Cinta Kita Terhadap Anggi, Usro, Kumba & Teman-temannya — Omnduut

Last day in Singapore

Senin, 8 Februari 2016

Daaan ini lah hari terakhir gue di singapur. Hari ini gue habiskan dengan santai dan membeli beberapa oleh-oleh yang belum sempet kebeli.

Tujuan pertama gue adalah bugis street, gue beli beberapa barang disini. Tapi dengan sedikit menyesal, harga disini lebih mahal dibandingkan dengan harga di Lucky Plaza. Sebenernya perbedaan harganya ga terlalu jauh, sekitar 0,5-1 dolar. Tapi buat gue yaa itu lumayan juga bisa dapet barang yang lainnya. Setelah merasa cukup berbelanja dan karena uang udah abis juga, gue lanjut cari makan untuk brunch (makan diantara waktu sarapan dan makan siang). Yang paling pengen gue coba disini yaitu nasi lemak. Setelah muter-muter karena banyak toko yang tutup, akhirnya nemu juga di salah satu kedai makanan halal. Nasi lemak dengan lauk ayam goreng, telor, orek tempe dan sambel seharga SGD 5 sukses berpindah ke perut gue. Alhamdulillah kenyang. Rasanya? Kalo menurut gue masih lebih enak nasi uduk asli Indonesia sih sebenernya.

Gue liat jam, masih ada sekitar 3 jam sebelum jam kepulangan. Akhirnya gue dan sepupu gue mutusin untuk muterin Bugis Street dan membeli es kirm 1 dolar. Harganya sih variatif, tergantung rasa apa yg dipilih. Gue pilih rasa coklat seharga $1,2. Kata orang, ini jajanan wajib kalo ke singapur. Biasanya traveler yang lain beli di sekitar merlion park. Tapi berhubung kemarin kita ke merlion sudah malam dan habis hujan pula, uncle-uncle penjual es ini sudah pada pulang. Sekali pun ada, gue ga berminat beli karena udara yang cukup dingin.

Oke, setelah beli eskrim dan beristirahat sejenak, akhirnya kita mutusin untuk langsung ke airport aja. Dari pada terlambat, lebih baik kita nunggu sebentar disana.setelah proses check in dan imigrasi, gue dan sepupu gue masih punya waktu sekitar 1 jam dari waktu boarding. Akhirnya kita mutusin untuk nyoba kursi pijat yang ada disana. Emang dasar kitanya aja yang norak nyoba kursi pijat ga pake baca instruksi pemakaian, alhasil badan malah pada sakit karena pilih level yang paling tinggi.

Ga terasa udah waktunya boarding, akhirnya gue pisah lagi sama sepupu gue karena lagi-lagi kita beda maskapai penerbangan dan akan ketemu lagi di bandara Soetta Jakarta.

Bye Singapore, see you again….

 

Keliling Sentosa Island

 

Minggu 7 Februari 2016

Hari ini rencananya gue akan menuju ke Sentosa Island. Dengan tiket yang sudah dibeli di travel agent di Lucky Plaza seharga SGD 45. Oke, kita langsung menuju ke Harbour Front dengan naik monorail / cabel car. Sampai di Sentosa tujuan gue untuk pertama kali ke Universal Studios. Gue hanya foto-foto aja di depan USS karena memang dari awal ga niat masuk kesana (karena mahal sih). Puas foto di depan globe USS kita lanjut naik wahana tiger Sky, Luge (ini sumpah seru!! semacam papan luncur gitu) dan skyride. Lanjut ke pemberhentian yg ke 3, gue ke pantai Siloso dan gue mencoba iFly. Setelah capek jalan jalan, gue memutuskan untuk istirahat di salah satu gerai kopi ternama dan beli tumblr khas Singapur sebagai kenang-kenangan.

Setelah dari Sentosa island, gue menuju ke China Town. Karena pas momen Imlek, dareah ini dihiasi lampion-lampion cantik berwarna merah, angpao (tapi kosong) yang menggantung di pohon-pohon sepanjang jalan, dan ornamen khas Imlek lainnya. Berhubung udah laper, akhirnya kita mutusin beli roti. Beli roti disini juga harus hati-hati karena ada beberapa yang menggandung bahan tidak halal. Setelah membeli 2 buah roti seharga SGD 2/roti, kami berfoto-foto di sepanjang jalan china town yang kebetulan saat itu sedang ditutup karena ada konser.

DSCN3613 nomadicandle

Sepanjang kawasan China Town yang dihiasi ornamen-ornamen khas Imlek

Puas menjelajahi china town, kita beranjak menuju Garden By The Bay. Lagi-lagi dikarenakan harga tiket yang cukup mahal dan udah mau tutup juga, akhirnya kami hanya duduk-duduk aja sambil menikmati atraksi lampu di pinggir sungai buatan. Tapi lagi enak duduk-duduk dipinggir sungai, datanglah segerombolan emak-emak heboh yg berisik banget. Akhirnya gue dan sepupu gue memutuskan untuk balik aja ke hotel.

 

 

Long Weekend di Negeri Singa

Holla, kali ini gue mau berbagi cerita perjalanan backpacker gue ke luar negeri untuk pertama kali. Negara yang gue tuju adalah Singapur. Kenapa Singapur? Karena dulu waktu masih gue kecil, kalo gue nanya sama nyokap, bokap atau kakak-kakak gue Singapur itu apa, dimana, seperti apa dan ngajakin mereka kesana buat jalan-jalan, jawaban mereka pasti kompak “singapur itu ada singa di dapur, banyak singanya” untuk nakut-nakutin gue supaya ga minta kesana terus, dan bodohnya gue percaya. Kenapa gue pengen kesana? karena mereka selalu cerita ke gue waktu mereka jalan-jalan atau biztrip dan gue satu-satunya yang belom pernah pergi kesana (kasian).

Selain itu ya karena deket dari indonesia, biaya ga terlalu mahal, bahasa masih bisa dimengerti, masih ramah dengan turis muslim dan banyak makanan halal, cocok untuk waktu liburan yang singkat, transportasi dan penunjuk arah mudah dimengerti daaaan… mau foto di merlion dan di depan tulisan universal studios hehehe.

Oke gue mulai dengan masa persiapan

Jumat, 5 Februari 2016

Dari rumah gue udah bawa si ijo (backpack gue, deuter 25L) menuju kantor di daerah simatupang. Balik kantor sekirar jam 5 sore gue langsung menuju kosan sepupu gue di daerah gatot subroto. Ohya gue backpackeran ke SG berdua sama sepupu gue, namanya Tika. Setelah sampe kosan dia, gue istirahat sebentar, makan dan lanjut re-packing bawaan gue dan siapin dokumen-dokumen lainnya.

Sabtu, 6 Februari 2016

Sekitar jam 3 pagi kami bangun dan mulai persiapan ke bandara Soetta dengan menggunakan Ubber Car. Sekitar jam 4.00 subuh gue sampe di terminal 2 F bandara soekarno Hatta. Ohya gue perginya misah  sama sepupu gue. Dia naik Air As*ia di terminal 3 dan gue naik Garud*a di terminal 2.

Setelah proses administrasi, dan imigrasi, sekitar pulul 6.45, gue masuk gate E1 dan mulai boarding jam 7.15. perjalanan dari Bandara Soetta menuju Changi Int. Airport sekitar 1 jam 20 menit. Jadwal penerbangan gue jam 7.45-10.35 tapi ternyata pesawat yang gue naikin landing early, sekitar jam 10 gue sudah mendarat di singapur. Alhamdulillah, akhirnya mendarat dengan selamat dan akhirnya nginjekin kaki di luar negeri juga hehehe..

Setelah proses pemeriksaan, gue janjian ketemu sama sepupu gue yang beda flight. Agak susah juga sih nyarinya, dikarenakan perbedaan terminal kedatangan, paket data yang ga bisa dipake dan Cuma bisa ngandelin sinyal wifi yang dapetin paswornya agak ribet (lebih karena ga ngerti sih guenya). Dari pada pusing mending gue nanya sama salah satu petugas yg ada disitu, begini percakapannya:

Gue (G)                       : Excuse me, can you show me how to get wifi password?

Petugas (p) : sure mam, connect your wifi and input your country code and your phone number. And check your SMS.

G             : *ngotak-ngatik HP. Kok lama ya ga masuk masuk smsnya. Coba lagi, ga bisa. Coba lagi, tetep ga bisa. Dan ternyata masih gue airplane mode*

P             : connect your packet data and check your sms miss, and then $^$#&^^&%^*$@&* roaming ^*$^%#&*^$ Roaming. *dengan dialek singlish campur india*

G             : oh yes yes. alright, thank you for your help sir.

P             : welcome.

Padahal asli ga ngerti gue dia ngomong apa, yg gue tau cuma kata roaming doang. Lama-lama gue yang roaming ngomong sama dia. Gue lanjut jalan menuju gate A1 yang jalannya dari Gate 16 jauhnya naujubilahimizalik. Panjaaang banget. Kalo dibandingin sama soeta hmm kalah jauh lah. Dalam hati sambil celingak-clinguk liat kanan-kiri sempat ngebatin, ini airport apa mall gitu. Segala ada prada, zara, longchamp dll. Berasa mendarat di GI. norak.

Setelah ketemu lagi sama sepupu gue, kita langsung menuju ke imigrasi. Ketika gue maju ke counter imigrasi, si mba mbanya bilang kalo gue harus keluar di imirgasi atas, bukan di imigrasi bawah. Daaan itu artinya gue harus jalan kaki lagi sepanjang jalan kenangan itu. Males. Akhirya gue ke immigrasi officer untuk nanya. Setelah diintorgasi mengenai alasan dll, dan gue juga jelasin kenapa, akhirnya mereka mau ngecap paspor gue juga. Yipiiiii ga usah ke imigrasi atas lagi.

Setelah gue keluar dari bandara dengan menggunakan MRT, gue menuju orchard road untuk cari makan siang. Sampe di lucky Plaza malah mupeng ngeliat coklat dan barang barang lainnya dengan harga miring. Oke cari makan dulu fokus utamanya. Akhirnya gue ke far east plaza dan nemu restoran halal  yg sebelumnya udah gue browsing. Gue pesen nasi goreng seafood harganya SGD 4 dan minum air putih anget seggelasnya SGD 0.20. Makan berdua Cuma abis sekitar SGD 8.

Jpeg

Suasana di dalam MRT

Lanjut abis makan gue jalan menuju daerah Syed Alwi Road. Gue nginep di Arianna Hotel pas banget di depannya Mustafa center. Kamarnya biasa aja sih. Kecil tapi fasilitasnya lengkap. Double single bed dengan fasilitas AC, kulkas, kamar mandi dalem, hairdryer, water boiler, telepon, dan TV. Kita istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.

IMG-20160206-WA0005 nomadicandle

Pardon my lengan kekar

Sekitar jam 7 kita lanjut jalan ke merlion park. Yeaaah salah satu tempat yang harus dikunjungi kalo ke singapur. Kalo kata orang, belom ke singapur kalo belom ke merlion. Setelah puas foto-foto di patung singa duyung kebanggaan warga singapur, gue menuju Mandarin Oriental Hotel. Karena kemarin gue kesana pas banget lagi moment Imlek, maka didepan hotel mandarin ada festival dan konser perayaan imlek gitu dan senengnya karena masuknya gratis. Di festival gue dan sepupu gue  beli popcorn, yang satu manis dan yang satu lagi asin. Sambil makan popcorn kita nikmatin kembang api sambil duduk duduk di pinggir danau (atau kali mungkin).

Menu untuk makan malam, gue pesen kwetiau dan sepupu gue pesen mee goreng di salah satu booth makanan halal. Harganya variatif sih kalo migoreng/kwetiau biasa ga pake apa-apa Cuma pake sayur aja harganya SGD 4.80, kalo pake ayam tambah SGD 1, porsi besar tambah beberapa dolar lagi. Rasanya? Hmmm kaya makan mie aceh full of bumbu rempah. Jadi kaya makan mi jamu. Minum? Bawa dong dari hotel biar lebih ngirit.

Setelah makan malam, gue memutuskan untuk duduk-duduk sambil menunggu dan menikmati puncak perayaan imlek. Selesai acara dengan ditandai oleh peluncuran kembang api, gue memutuskan untuk balik ke hotel dan istirahat.

IMG-20160207-WA0003 nomadicandle

Kembang api perayaan Imlek di kawasan hotel Oriental