Open Trip Pulau Pahawang, Lampung

Long weekend bulan Desember 2016 lalu, gue mengisi waktu libur untuk trip ke Pulau Pahawang, Lampung. Kali ini gue ikutan open trip yang diadakan oleh gilatrip.com. Gue pergi dengan 3 temen kantor gue, (Risda, Viona, Rondy). Meeting point ada di Plaza Slipi Jaya dengan batas maksimal kumpul jam 8 malem. Dikarenakan lokasi temu yang cukup jauh dari kantor gue (daerah simatupang) ketiga temen gue memutuskan berangkat langsung dari Terminal Kampung Rambutan naik bus tujuan Merak dengan harga Rp 35.000 dan langsung ketemuan di depan loket masuk Pelabuhan Merak. Sedangkan gue karena sebelumnya ada urusan di daerah senanyan, memutuskan ikut meeting point di Slipi Jaya bareng sama pimpinan trip dan rombongan lainnya. Kalo naik bis dari depan Slipi Jaya (PJ) harganya Rp 30.000 saja. Rombongan open trip ini berjumlah 35 orang.

Bis ini layaknya bis ekonomi antar kota biasa yang berenti dan keluar toll di beberapa titik untuk menaik-turunkan penumpang. Jadi ya kalo mau buru-buru mending naik travel atau bis yang khusus menuju Merak / Lampung langsung.  Lalulintas pada saat itu padat, selayaknya lalulintas sepulang kantor saat long weekend. Gue berangkat jam 8 malem dan sampai di Merak sekitar jam 11 malem. Kloter pertama yang sesudah sampai beristirahat sambil menunggu kloter kedua di depan loket tiket depan Alf*express. Sekitar jam 12 malem, kloter kedua sudah sampai, tapi rombongan temen gue belum keliatan juga batang idungnya.  Alhamdulillah 15 menit kemudian mereka sampai juga.

Setelah semua kumpul, kita langsung masuk ke kapal. Suasana kapal cukup ramai. Gue yang udah ngantuk berat, selama perjalanan tidur pules banget. Sekitar jam 4 pagi kita udah menginjakan kaki di pulau Sumatera, tepatnya di pelabuhan Bakauheni, Lampung. Perjalanan dilanjutkan menggunakan jalur darat selama 4 jam menuju pelabuhan Ketapang. Dan disinipun saya tertidur pulas, pas bangun sudah sampai di pelabuhan Ketapang.

Kami bersiap-siap di rumah warga sejenak sambil sarapan dan ganti baju untuk langsung snorkling dan menuju pulau Pahawang Besar. Sebelum snorkling, kita mempir di sebuah pulau berpasir putih tak berpenghuni (lupa namanya) untuk foto-foto. Ga lama, kita langsung menuju spot snorkling pertama. Disini banyak ikannya, tapi ikan yang ditunggu-tunggu belum keliatan juga.

Akhirnya kita pindah ke spot berikutnya. Agak susah juga nemuin ikan nemo, karena ikan ini senengnya ngumpet diantara terumbu karang. Daaan setelah penantian panjang akhirnya muncul lah ikan yang ditunggu-tunggu, ikan badut alias ikan Nemo.

Waktu menunjukan pukul 1 siang, ga terasa sangking keasikan main sama ikan-ikan di laut, ternyata sudah waktunya untuk makan siang. Akhirnya kita naik lagi ke perahu dan sampai lah kita di Pulau Pahawang Besar. Setelah sampai dan makan siang, ketua rombongan langsung mengumumkan pembagian kamar homestay. Di pulau pahawang ini ternyata belum ada listrik dan tidak ada signal untuk telepon genggam. Listrik akan menyala diatas jam 5 sore dan mati pada pukul 6 pagi. Listrik disini masih menggunakan tenaga diesel.

Gue berbagi kamar bersama dua orang temen gue, Risda dan Viona, dan ditambah dua orang peserta lainnya. Total satu kamar ada lima orang. Kamarnya ala kadarnya. Lantai triplek, kasur gelar dan kipas angin serta disediakan beberapa saset lotion nyamuk karena kalau malam banyak nyamuk disini hehehe. Tapi itu yang menambah cerita dan keseruan dari perjalanan ini.

Di sekitar homestay banyak warung-warung penjual makanan dan minuman. Sore hari, gue memutuskan jalan-jalan di sekitar pulau dan duduk-duduk di salah satu warung makan sambil memesan kelapa muda. Makin berasa lagi nyantai di pantai kan. Setelah makan malam, kami menerbangkan beberapa lampion dari kertas.

IMG-20161211-WA0059 nmdcndl

Pagi hari, pas bangun tidur, gue liat disamping gue si Risda udah ngilang ga tau kemana, akhirnya gue bangunin viona untuk jalan-jalan pagi dipantai sambil nyari spot yang bagus buat foto-foto. Setelah puas foto-foto gue langung balik ke homestay untuk sarapan di pinggir pantai sambil meikmati sunrise di pulau Pahawang. Tapi sayangnya pagi itu cuaca agak sedikit berawan.

P_20161211_064310nmdcndl

Sunrise di Pahawang

Habis sarapan sebagian teman memilih snorkling lagi. Tapi gue ga ikutan snorkling dan memilih duduk-duduk aja di perahu. Ga lama snorkling, kita balik ke homestay untuk persiapan pulang. Sebelum pulang, ketua rombongan, Fauzi, mengajak kita mampir ke Pulau Mahitam. Pulau tidak berprnghuni yang sangat cantik. Pasirnya putih. Dan di pulau ini jika air surut kita bisa berjalan sampai ke tengah laut. Pokoknya ini spot yang keren banget untuk foto-foto. Setelah dari pulau Mahitam, kami langusng menuju pelabuhan Ketapang dan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Bakauheni. Sebelumnya kami juga sempetin mampir ke sebuah toko oleh-oleh untuk membeli beberapa buah tanggan.

P_20161211_124604nmdcndl

Di Pulau Mahitam

Di dalam kapal Feri yang membawa kami kembali ke pulau Jawa, gue dan beberapa rombongan lain yang sebelumnya ga saling kenal, berbagi pengalaman dan cerita. Yang diobrolin macem-macem, dari pengalan perjalanan, harga tiket pesawat, barang-barang penunjang traveling, sampai jakarta Midnight Sale pun dibahas. Seneng banget ikut perjalanan ini. Karena gue secara pribadi dapetin pengalaman baru, menjelajah tempat baru, berbincang dengan orang baru, bertukar pengalaman, dan yang pastinya menambah teman baru.

Ga terasa kapal berlabuh di pelabuhan Ketapang tepat pukul 02.30 WIB. Setelah berlabuh kita langsung menuju ke terminal bis untuk menuju ke bis sesuai jurusan pulang masing-masing. Dan disinilah gue dan rombongan lainnya berpisah. Tak lupa, sebelum berpisah, kita sempat bertukar account sosmed biar lebih akrab.

Inilah akhir perjalanan gue dan temen-temen open trip gue kali ini. Next, semoga kita dipertemukan di trip selanjutnya.

DSC01186.jpg

Belom semua ikutan foto 😦

Iklan

Berpusing-pusing di KL

Halloo… long time no see. Kali ini gue mau nulis pengalaman gue jalan-jalan ke negara tetangga serumpun, Kuala Lumpur, Malaysia. Momennya pas banget sama libur long weekend 5-7 Mei 2016 lalu. 2016? Iya 2016. Karena materi blog ini (dan tulisan gue yang lainnya) cuma tersimpan sebagai draft selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lamanya. Nunggu antrian untuk diposting.  Kali ini gue pergi bersama 2 orang sahabat gue di kantor. Kami pergi dari hari kamis sampe hari sabtu, minggunya mau leyeh-leyeh dirumah

Jadwal keberangkatan gue dari bandara Soetta Terminal 2  jam 18:45 WIB. Kali ini gue terbang menggunakan maskapai asing milik Belanda yang lagi-lagi karena dapet tiket promo (lumayan) murah untuk ukuran maskapai kelas atas. Penilaian gue untuk maskapai ini sangat nyaman, safety, makanannya enak tapi karena lidah gue ga cocok sama makanan western jadi ga pas aja dilidah gue (ribet ya), hiburannya oke jadi kita ga bosen selama penerbangan. Kurang lebih sekitar 2 jam 10 menit gue menempuh perjalanan dan alhamdulillah gue mendarat di KLIA tepat pukul jam 21:55 waktu Malaysia. Perbedaan waktu antara Kuala Lumpur dan Jakarta sekitar 1 jam.

Malam ini gue dan kedua teman gue memutuskan untuk bermalam di KLIA. IYA. DI KLIA. Alias tidur di bandara. Demi menghemat cost penginapan selama disana. Kata orang, belum jadi backpacker sejati kalau belum ngerasain nginep di bandara/stasiun/terminal. Setelah muter-muter dan beberapa kali pindah tempat nyari posisi yang enak untuk tidur, akhirnya kita nemu tempat pewe (posisi wuenak) yang sangat strategis. Dekat dengan toilet, mushola, restoran, ada TV dan tidurnya di sofa yang empuk. Langsung aja gue ambil posisi biar ga ditempatin sama orang lain.

Makin malam bule-bule makin banyak yang dateng buat tidur juga. Makin malam AC makin terasa dingin. Setelah sholat subuh, gue dan kedua temen gue langsung menuju ke loket kereta bandara.  Entah karena kurang update atau bagaimana, menurut informasi di internet yang gue baca, ada 2 pilihan kereta untuk menuju KL Sentral dari bandara, KL Express yang tanpa mampir / ga berenti di tiap stasiun dan MRT biasa yang berhenti di tiap-tiap stasiun dan tentunya harganya lebih murah. Tapi ga tau kenapa pas mau beli tiket di loket, yang ada cuma KL express aja, dan harganya lebih mahal dari harga yang gue liat di internet. Harga tiket KL express untuk sekali perjalanan sekitar 55 RM. Kalau di rupiahin sekitar Rp 180.000 an. Cukup mahal, apalagi buat gue yang tidur aja ngemper di airport. KL express membawa gue dan kedua teman gue menuju ke KL Sentral. KL Sentral adalah  tempat (pusat) transitnya semua transportasi di KL, seperti KL Express, Bus, MRT. KL sentral ini juga nyambung sama pusat perbelanjaan gitu. Jadi tempatnya strategis banget karena apa aja mudah dijangkau. Hotel tempat gue nginep pun di kawasan KL Sentral. Sengaja kita pilih disana karena biar deket kemana-mana.

Setelah sampai KL Sentral, kita mutusin untuk langsung melanjutkan perjalanan ke Batu Caves. Batu Cave ini sebenarnya tempat ibadahnya  umat hindu India. Ga heran kalau di dalamnya tercium wangi dupa dan banyak sesajen persembahan untuk para Dewa. Di Batu Cave, gue dan seorang temen gue, Mba Arvi, mutusin untuk naik ke atas dan masuk ke dalam goa, sedangkan seorang temen gue, Risda, memilih menunggu di bawah karena kecapekan. Selama menaiki tangga, banyak monyet-monyet yang berkeliaran bebas di sekitar tangga. Gue sedikit takut juga sih untuk foto-foto karena banyaknya monyet liar, dikhawatirkan monyet-monyet itu akan merampas barang bawaan pengunjung. Tapi ternyata monyet-monyet disini udah jinak dan terbisa sama manusia. Cuma terkadang mereka suka ngagetin aja sih tiba-tiba lompat dari satu sisi ke sisi lain disaat kita lagi di dekat mereka. Selanjutnya kita melanjutkan perjalanan ke Masjid Jamek KL, tapi berhubung bertepatan dengan sholat jumat, masjid itu sementara ditutup karena akan dipergunakan untuk sholat jumat. Untuk menghibur hati yang kecewa ga bisa masuk ke masjid Jamek, akhirnya kita kulineran di food street yang lokasinya di samping Masjid Jamek. Disini banyak tukang jualan jajanan-jajanan khas melayu. Ada bakwan, pisang goreng, tahu isi, es mangga, es teh, es rasa buah-buahan, sotong dan ayam goreng semacam shilin gitu. Kita memutuskan untuk beli es mangga 3 gelas dan 1 porsi sotong shilin. Ukuran sotong ini porsinya gede banget, gue makan bertiga aja masih ga abis sangking gedenya dan rasanya enak. Bener-bener kaya rasa shilin yang dijual di mall-mall Jakarta. Harga 1 porsi sotong RM 10 dan 1 gelas es mangga sebesar RM 1.

Puas berkeliling, akhirnya kita mutusin untuk ke hotel. kita nginep di Ariana Hotel. Sempat bingung juga mencari hotel ini karena ternyata hotel ini punya beberapa cabang di kawasan KL Sentral. Harga permalamnya sekitar Rp200.000 untuk 1 kamar dengan kapasitas 3 orang.  Hotel ini lumayan untuk hotel berbudget rendah, AC dingin, kamar bersih dan luas, kamar mandi bersih, pemanas air berfungsi dengan baik, ada water boliler, TV, ada jendelanya jadi ada sinar matahari masuk ke kamar. So far bagus untuk penilaian hotel ini.

Seletah bebersih dan istirahat sejenak, kita lanjut menuju ke kawasan Dataran  Merdeka. Di sana itu seperti kota tuanya KL. Tapi yang jadi pembeda, bangunan-bangunan tua disini sangat terawat sehingga nyaman bagi wisatawan. Dan lagi-lagi kita sedikit kecewa karena sebagian jalan ditutup dikarenakan ada perayaan musik. Akhirnya kita duduk dan bersantai aja di taman Dataran Merdeka.

Selanjutnya kita menuju ke kawasan Petaling Street atau China Townnya KL. Disana kita sempat membeli beberapa barang dan membeli kue khas Malaysia. Kalau di Indonesia namanya kue putu, isinya gula merah diatanya dikasih taburan parutan kelapa. Tak berlama-lama di China Town, akhirnya kita menuju ke Bukit Bintang menggunakan bis gratis. Bisnya nyaman, sangat nyaman. Seperti naik Trans Jakarta tapi dengan kondisi bis yang bersih terawat . Kondisi jalan pada saat itu padat dikarenakan bertepatan dengan jam pulang kantor. Setelah sampai di bukti bintang, kita memutuskan untuk berkeliling sejenak disana. Ohya di Bukit Bintang ini pusatnya mall-mall mewah yang menjual barang-barang branded di KL.

Ga terasa setelah jalan seharian, akhirnya kita memutuskan untuk makan malam di salah satu kedai / restoran halal khas India. kita memesan beberapa makanan seperti nasi goreng (orang indonesia ga bisa lepas dari nasi goreng yah), roti canai dan roti naan. Awalnya gue dan kedua temen gue bingung, bedanya roti canai dan roti nan apa? Ternyata perbedaannya adalah roti naan dibakar menggunakan tungku, sedangkan roti canai dimasak menggunakan teflon (atau semacamnya). dari teksturnya pun sudah berbeda. Roti canai ini kurang lebih sama dengan roti canai khas aceh. Rasanya enak dan ditambah pelayanan yang super ramah dan lucu.

IMG-20160507-WA0252

Roti Naan, Roti Canai dan Nasi Goreeengg khas India

Waktu menunjukan jam 8 malam waktu KL, masih ada waktu sebelum balik ke hotel. Akhirnya kita memutuskan untuk ke salah satu tempat mandatory di Kuala Lumpur. Apalagi kalo bukan menara kembar Petronas. Untuk menuju kesana, kita menggunakan bis gratis yang tadi kita naikin dan turun di halte menara petronas. Setelah puas berfoto-foto dengan background menara kembar kebanggan Malaysia itu, kita duduk-duduk sambil menikmati suasana malam. Ga terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat.

IMG-20160507-WA0253

Petronas Tower

Sabtu, 7 Mei 2016

Hari ini hari terakhir kita di KL. Sebelum kembali ke Jakarta di sore hari, kita memutuskan untuk mampir ke pasar seni. Di sini pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Malaysia. Tempanya bagus, ber-AC, bersih dan nyaman. Tapi karena tempatnya udah bagus, harga barang-barangnya pun lebih mahal daripada di pasar tradisional biasa. Dari hotel kita mengunakan bis umum yang melewati pasar seni dengan tarif RM 1,1. puas berbelanja, kita memutuskan kembali ke hotel untuk packing.

Ohya karena pengalaman sebelumnya untuk transport menuju bandara menggunakan KL Express yang cukup mahal, akhirnya kita cari informasi ke resepsionis hotel dan disarankan untuk menggunakan bis dari stasiun bis di KL Sentral. Akhirnya kita memutuskan untuk naik bis ke bandara dengan tarif RM 10 per orang. Harganya sangat jauh dibandingkan dengan naik KL Express. Memang sih naik KL Express bisa menghemat waktu tempuh, hanya sekitar 20 menit perjalanan. Sedangkan kalo naik bis, waktu perjalanan kurang lebih 1 jam kalau lancar ga ada kemacetan. Bisnya pun bersih, nyaman dan tepat waktu keberangkatannya. Kalau di Jakarta, semacam bis Damri gitu.

Sampai di airport dan selesai urusan check in dan imigrasi, kita mampir dulu di salah satu kedai kopi ternama yang tersebar di seluruh dunia. Entah kenapa, setiap gue ke luar negeri, kayaknya harus banget sempetin mampir ke kedai kopi itu dan beli tumblr khas negara yang dikunjungi.

Daaaaann voilaa, inilah akhir dari petualangan kita di KL. Next, gue dan mungkin dengan teman-teman gue masih akan berpetualang ke penjuru tempat, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Sampai berjumpa di cerita selanjutnya, see ya :*

 

Bonus foto :

IMG-20160507-WA0127

Bobok di KLIA (ini tidurnya pencitraan sebenernya)

IMG-20160507-WA0295

Sukak Quot-nyaaa

 

#SaveOrangutan by Omnduut

Dari kecil impian gue yaitu ingin menjadi seorang volunteer lingkungan, semacam animal or environment rescue gitu. Masuk ke pedalaman kalimantan dan pedalaman-pedalaman Indonesia lainnya dengan tujuan melindungi dan menyelamatkan alam dan binatang yang kita punya dari tangan-tangan jahat. Well, mungkin belum saatnya gue untuk bergabung bersama mereka di pedalaman sana. Tapi mungkin ini yang bisa gue lakuin. Setidaknya bisa berbagi informasi mengenai kondisi mereka sebagai sesama makhluk Tuhan.

Artikel ini gue repost dari salah satu account wordpress namanya omnduut. Silakan dibaca, semoga bermanfaat.

https://wordpress.com/read/blogs/39698820/posts/7000

“Abang udah gak sayang, ya?” “Maksud eneng?” “Itu bilang cinta ke Anggi segala,” ujar eneng dengan suara bergetar. “Trus, siapa pula itu Busro dan Kumba, bang? Apa maksudnya? Sedih eneng abang buat. Perih hati eneng, bang!” isak eneng sambil berlari menghindar. “Neng….” CUT! Eh? Sumpah ini sutradaranya nggak asyik, lagi seru kok di cut aja. Hehe, […]

melalui #SaveOrangutan : Demi Cinta Kita Terhadap Anggi, Usro, Kumba & Teman-temannya — Omnduut

Last day in Singapore

Senin, 8 Februari 2016

Daaan ini lah hari terakhir gue di singapur. Hari ini gue habiskan dengan santai dan membeli beberapa oleh-oleh yang belum sempet kebeli.

Tujuan pertama gue adalah bugis street, gue beli beberapa barang disini. Tapi dengan sedikit menyesal, harga disini lebih mahal dibandingkan dengan harga di Lucky Plaza. Sebenernya perbedaan harganya ga terlalu jauh, sekitar 0,5-1 dolar. Tapi buat gue yaa itu lumayan juga bisa dapet barang yang lainnya. Setelah merasa cukup berbelanja dan karena uang udah abis juga, gue lanjut cari makan untuk brunch (makan diantara waktu sarapan dan makan siang). Yang paling pengen gue coba disini yaitu nasi lemak. Setelah muter-muter karena banyak toko yang tutup, akhirnya nemu juga di salah satu kedai makanan halal. Nasi lemak dengan lauk ayam goreng, telor, orek tempe dan sambel seharga SGD 5 sukses berpindah ke perut gue. Alhamdulillah kenyang. Rasanya? Kalo menurut gue masih lebih enak nasi uduk asli Indonesia sih sebenernya.

Gue liat jam, masih ada sekitar 3 jam sebelum jam kepulangan. Akhirnya gue dan sepupu gue mutusin untuk muterin Bugis Street dan membeli es kirm 1 dolar. Harganya sih variatif, tergantung rasa apa yg dipilih. Gue pilih rasa coklat seharga $1,2. Kata orang, ini jajanan wajib kalo ke singapur. Biasanya traveler yang lain beli di sekitar merlion park. Tapi berhubung kemarin kita ke merlion sudah malam dan habis hujan pula, uncle-uncle penjual es ini sudah pada pulang. Sekali pun ada, gue ga berminat beli karena udara yang cukup dingin.

Oke, setelah beli eskrim dan beristirahat sejenak, akhirnya kita mutusin untuk langsung ke airport aja. Dari pada terlambat, lebih baik kita nunggu sebentar disana.setelah proses check in dan imigrasi, gue dan sepupu gue masih punya waktu sekitar 1 jam dari waktu boarding. Akhirnya kita mutusin untuk nyoba kursi pijat yang ada disana. Emang dasar kitanya aja yang norak nyoba kursi pijat ga pake baca instruksi pemakaian, alhasil badan malah pada sakit karena pilih level yang paling tinggi.

Ga terasa udah waktunya boarding, akhirnya gue pisah lagi sama sepupu gue karena lagi-lagi kita beda maskapai penerbangan dan akan ketemu lagi di bandara Soetta Jakarta.

Bye Singapore, see you again….

 

Keliling Sentosa Island

 

Minggu 7 Februari 2016

Hari ini rencananya gue akan menuju ke Sentosa Island. Dengan tiket yang sudah dibeli di travel agent di Lucky Plaza seharga SGD 45. Oke, kita langsung menuju ke Harbour Front dengan naik monorail / cabel car. Sampai di Sentosa tujuan gue untuk pertama kali ke Universal Studios. Gue hanya foto-foto aja di depan USS karena memang dari awal ga niat masuk kesana (karena mahal sih). Puas foto di depan globe USS kita lanjut naik wahana tiger Sky, Luge (ini sumpah seru!! semacam papan luncur gitu) dan skyride. Lanjut ke pemberhentian yg ke 3, gue ke pantai Siloso dan gue mencoba iFly. Setelah capek jalan jalan, gue memutuskan untuk istirahat di salah satu gerai kopi ternama dan beli tumblr khas Singapur sebagai kenang-kenangan.

Setelah dari Sentosa island, gue menuju ke China Town. Karena pas momen Imlek, dareah ini dihiasi lampion-lampion cantik berwarna merah, angpao (tapi kosong) yang menggantung di pohon-pohon sepanjang jalan, dan ornamen khas Imlek lainnya. Berhubung udah laper, akhirnya kita mutusin beli roti. Beli roti disini juga harus hati-hati karena ada beberapa yang menggandung bahan tidak halal. Setelah membeli 2 buah roti seharga SGD 2/roti, kami berfoto-foto di sepanjang jalan china town yang kebetulan saat itu sedang ditutup karena ada konser.

DSCN3613 nomadicandle

Sepanjang kawasan China Town yang dihiasi ornamen-ornamen khas Imlek

Puas menjelajahi china town, kita beranjak menuju Garden By The Bay. Lagi-lagi dikarenakan harga tiket yang cukup mahal dan udah mau tutup juga, akhirnya kami hanya duduk-duduk aja sambil menikmati atraksi lampu di pinggir sungai buatan. Tapi lagi enak duduk-duduk dipinggir sungai, datanglah segerombolan emak-emak heboh yg berisik banget. Akhirnya gue dan sepupu gue memutuskan untuk balik aja ke hotel.

 

 

Long Weekend di Negeri Singa

Holla, kali ini gue mau berbagi cerita perjalanan backpacker gue ke luar negeri untuk pertama kali. Negara yang gue tuju adalah Singapur. Kenapa Singapur? Karena dulu waktu masih gue kecil, kalo gue nanya sama nyokap, bokap atau kakak-kakak gue Singapur itu apa, dimana, seperti apa dan ngajakin mereka kesana buat jalan-jalan, jawaban mereka pasti kompak “singapur itu ada singa di dapur, banyak singanya” untuk nakut-nakutin gue supaya ga minta kesana terus, dan bodohnya gue percaya. Kenapa gue pengen kesana? karena mereka selalu cerita ke gue waktu mereka jalan-jalan atau biztrip dan gue satu-satunya yang belom pernah pergi kesana (kasian).

Selain itu ya karena deket dari indonesia, biaya ga terlalu mahal, bahasa masih bisa dimengerti, masih ramah dengan turis muslim dan banyak makanan halal, cocok untuk waktu liburan yang singkat, transportasi dan penunjuk arah mudah dimengerti daaaan… mau foto di merlion dan di depan tulisan universal studios hehehe.

Oke gue mulai dengan masa persiapan

Jumat, 5 Februari 2016

Dari rumah gue udah bawa si ijo (backpack gue, deuter 25L) menuju kantor di daerah simatupang. Balik kantor sekirar jam 5 sore gue langsung menuju kosan sepupu gue di daerah gatot subroto. Ohya gue backpackeran ke SG berdua sama sepupu gue, namanya Tika. Setelah sampe kosan dia, gue istirahat sebentar, makan dan lanjut re-packing bawaan gue dan siapin dokumen-dokumen lainnya.

Sabtu, 6 Februari 2016

Sekitar jam 3 pagi kami bangun dan mulai persiapan ke bandara Soetta dengan menggunakan Ubber Car. Sekitar jam 4.00 subuh gue sampe di terminal 2 F bandara soekarno Hatta. Ohya gue perginya misah  sama sepupu gue. Dia naik Air As*ia di terminal 3 dan gue naik Garud*a di terminal 2.

Setelah proses administrasi, dan imigrasi, sekitar pulul 6.45, gue masuk gate E1 dan mulai boarding jam 7.15. perjalanan dari Bandara Soetta menuju Changi Int. Airport sekitar 1 jam 20 menit. Jadwal penerbangan gue jam 7.45-10.35 tapi ternyata pesawat yang gue naikin landing early, sekitar jam 10 gue sudah mendarat di singapur. Alhamdulillah, akhirnya mendarat dengan selamat dan akhirnya nginjekin kaki di luar negeri juga hehehe..

Setelah proses pemeriksaan, gue janjian ketemu sama sepupu gue yang beda flight. Agak susah juga sih nyarinya, dikarenakan perbedaan terminal kedatangan, paket data yang ga bisa dipake dan Cuma bisa ngandelin sinyal wifi yang dapetin paswornya agak ribet (lebih karena ga ngerti sih guenya). Dari pada pusing mending gue nanya sama salah satu petugas yg ada disitu, begini percakapannya:

Gue (G)                       : Excuse me, can you show me how to get wifi password?

Petugas (p) : sure mam, connect your wifi and input your country code and your phone number. And check your SMS.

G             : *ngotak-ngatik HP. Kok lama ya ga masuk masuk smsnya. Coba lagi, ga bisa. Coba lagi, tetep ga bisa. Dan ternyata masih gue airplane mode*

P             : connect your packet data and check your sms miss, and then $^$#&^^&%^*$@&* roaming ^*$^%#&*^$ Roaming. *dengan dialek singlish campur india*

G             : oh yes yes. alright, thank you for your help sir.

P             : welcome.

Padahal asli ga ngerti gue dia ngomong apa, yg gue tau cuma kata roaming doang. Lama-lama gue yang roaming ngomong sama dia. Gue lanjut jalan menuju gate A1 yang jalannya dari Gate 16 jauhnya naujubilahimizalik. Panjaaang banget. Kalo dibandingin sama soeta hmm kalah jauh lah. Dalam hati sambil celingak-clinguk liat kanan-kiri sempat ngebatin, ini airport apa mall gitu. Segala ada prada, zara, longchamp dll. Berasa mendarat di GI. norak.

Setelah ketemu lagi sama sepupu gue, kita langsung menuju ke imigrasi. Ketika gue maju ke counter imigrasi, si mba mbanya bilang kalo gue harus keluar di imirgasi atas, bukan di imigrasi bawah. Daaan itu artinya gue harus jalan kaki lagi sepanjang jalan kenangan itu. Males. Akhirya gue ke immigrasi officer untuk nanya. Setelah diintorgasi mengenai alasan dll, dan gue juga jelasin kenapa, akhirnya mereka mau ngecap paspor gue juga. Yipiiiii ga usah ke imigrasi atas lagi.

Setelah gue keluar dari bandara dengan menggunakan MRT, gue menuju orchard road untuk cari makan siang. Sampe di lucky Plaza malah mupeng ngeliat coklat dan barang barang lainnya dengan harga miring. Oke cari makan dulu fokus utamanya. Akhirnya gue ke far east plaza dan nemu restoran halal  yg sebelumnya udah gue browsing. Gue pesen nasi goreng seafood harganya SGD 4 dan minum air putih anget seggelasnya SGD 0.20. Makan berdua Cuma abis sekitar SGD 8.

Jpeg

Suasana di dalam MRT

Lanjut abis makan gue jalan menuju daerah Syed Alwi Road. Gue nginep di Arianna Hotel pas banget di depannya Mustafa center. Kamarnya biasa aja sih. Kecil tapi fasilitasnya lengkap. Double single bed dengan fasilitas AC, kulkas, kamar mandi dalem, hairdryer, water boiler, telepon, dan TV. Kita istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.

IMG-20160206-WA0005 nomadicandle

Pardon my lengan kekar

Sekitar jam 7 kita lanjut jalan ke merlion park. Yeaaah salah satu tempat yang harus dikunjungi kalo ke singapur. Kalo kata orang, belom ke singapur kalo belom ke merlion. Setelah puas foto-foto di patung singa duyung kebanggaan warga singapur, gue menuju Mandarin Oriental Hotel. Karena kemarin gue kesana pas banget lagi moment Imlek, maka didepan hotel mandarin ada festival dan konser perayaan imlek gitu dan senengnya karena masuknya gratis. Di festival gue dan sepupu gue  beli popcorn, yang satu manis dan yang satu lagi asin. Sambil makan popcorn kita nikmatin kembang api sambil duduk duduk di pinggir danau (atau kali mungkin).

Menu untuk makan malam, gue pesen kwetiau dan sepupu gue pesen mee goreng di salah satu booth makanan halal. Harganya variatif sih kalo migoreng/kwetiau biasa ga pake apa-apa Cuma pake sayur aja harganya SGD 4.80, kalo pake ayam tambah SGD 1, porsi besar tambah beberapa dolar lagi. Rasanya? Hmmm kaya makan mie aceh full of bumbu rempah. Jadi kaya makan mi jamu. Minum? Bawa dong dari hotel biar lebih ngirit.

Setelah makan malam, gue memutuskan untuk duduk-duduk sambil menunggu dan menikmati puncak perayaan imlek. Selesai acara dengan ditandai oleh peluncuran kembang api, gue memutuskan untuk balik ke hotel dan istirahat.

IMG-20160207-WA0003 nomadicandle

Kembang api perayaan Imlek di kawasan hotel Oriental